Ada beberapa cara untuk mendapatkan daging yang empuk. Berikut cara yang pernah saya praktekkan :

Cara yang pertama :

daging yang sudah dipotong sebaiknya dibungkus atau dibalut dengan daun pepaya muda yang diremas-remas sebelum dimasak. Lebih kurang sekitar 30-60 menit. Daun pepaya memiliki enzim papain yang dapat mengempukkan daging.

Cara yang kedua :

Continue reading “Fact : Cara Mendapatkan Daging Yang Empuk”

My Homemade : Rendang

“…Alhamdulillah, jadi juga rendang..” demikian ujarku.

Telah lama memang saya mencari resep dan cara membuat rendang. Pertama kali bikin rendang itu menggunakan bumbu racik yang dibeli di pasar. Alhamdulillah jadi. Selanjutnya coba bikin lagi, dengan bumbu instan. Alhamdulillah selesai jua.

Lama-lama…penasaran, bisa ga ya bikin bumbu sendiri. Coba resep itu, resep ini sampai akhirnya nemu resep disini, tapi sedikit modifikasi. Alhamdulillah jadi nyata. Dan inilah yang disebut rendang homemade pertama buatan saya sendiri. Mulai dari memilih dan membeli bahan, meracik bumbu sendiri, mengolah dan memasak hingga matang.

Berikut resep rendang yang saya buat. Silahkan praktekkan sendiri..

Bahan-bahannya :

Continue reading “My Homemade : Rendang”

Empanada

Empanada is my favorite snack. Almost everyday I’m looking for this. You can find it at a bread or coffee shop. 

In other country is known as panada or pastel.

From my experience, this is the best empanada I’ve ever tried. There are filled with meat, chicken or cheese. 

#empanada #panada #pastel #snack #bogotá #colombia #elkioscogolosinas #culinary

Stay in residence complex (like apartment) must pass a gate that always guarded by security 24 hours. They will open the gate to come in and come out. For a visitor, you have to ask permission. The security will ask your name and whom you will visit, then they will make a call to a person that you are headed for. If the person is be in a place, they will allow you inside or maybe that person can pick you up at the gate.

Place To Stay At Bogotá (1)

Looking for a place to stay in Colombia was a little bit amusing. A lot of place to stay with condition and facilities. For example you can choose a small house or big house in complex area or even in apartment. Stay with friend college or with house-parent or with a big family. They maybe have private or share bath room, TV (in your room or living room), but wifi is a must for internet connection. Some of them provide meals and laundry. Some others allow us to use the kicthen. Depend on the condition.

Continue reading “Place To Stay At Bogotá (1)”

My Room My Homestay 

This is my first homestay, in a complex area which is guarded by security. The place is in the middle of city, 10 minutes walk distance to bus stop (transmilenio). My room was roomy with wifi and share bath room. Served meals twice a day (breakfast+dinner) and i can use the kitchen. The cost was taken 1,216mil for a month. A little bit expensive for me. Stayed with a granny and a little bird, remind me to carton aboint tweety bird and a granny. But too bad no sylvester around 😉

My First Dinner at Bogotá

This was my first dinner at Bogotá, homemade by my house-parent.

A bit surprise because it served too much, rice with chicken, salad also a lot of potato chips (appearance look like french potato).

The interest thing is rice, tasted greasy (oily), which different with rice in my hometown. Hm..added one spoon of pepper was a best choice cause there is no chili here beside chili sauce. Buen provecho!

Solo Menari 2017

Tarian banyumasan, adalah salah satu dari sekian banyak tarian yang dipertunjukkan pada acara Solo Menari 2017 lalu

Universitas La Sabana

Berada di lingkungan akademik itu buat saya adalah hal yang mengasyikkan. Bisa belajar banyak hal seperti ikut kelas, bertemu pengajar, ataupun membaca buku di perpustakaan. Hal lain yang membuatku menarik itu bersosialisasi dengan orang lain. Entah itu sekedar ngobrol ataupun bertukar pikiran. Lebih-lebih bisa dilakukan di luar kelas (outdoor) dengan suasana yang santai.

Begitu juga yang terjadi denganku saat belajar di kampus ini, Universitas La Sabana (La Sabana University/Universidad de La Sabana), demikian namanya.

Continue reading “Universitas La Sabana”

Mendadak Jalan

Berawal dari miss time gara-gara antri beli nasi padang n cemilan, kamis malam itu. Pk 19.50 posisi masih di daerah suci, sementara kereta malam berangkat pk 20.00. Sebenarnya sih hopeless tiba di stasiun Hall Bandung dalam 10 menit. Tapi saya yakinkan diri dan teman-teman saya bahwa “Kita berangkat malam ini dengan kereta api..”.

“Alhamdulillah…” ujarku, sesampainya di stasiun Hall. Saat melirik jam, waktu masih menunjukkan pk 19.55. Haha..lucu, ternyata belum terlambat. Maklumlah, angkutan umum tadi ngebutnya bikin jeleng. Setelah duduk di kereta, tanpa basa basi langsung menyerbu nasi padang yang tadi dibeli.

Sepanjang perjalanan di kereta, banyak pemandangan yang dilihat. Mulai dari orang yang sibuk mencari tempat duduk kosong, portir yang mengangkut barang, lalu lalang penjual makanan dan minuman, kondektur yang memeriksa tiket, pengamen dengan irama musik, sampai suara gesekan rel dan roda kereta yang memecah keheningan malam itu.

Continue reading “Mendadak Jalan”

Gunungan Djokdja

Tema tur kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Setelah ngedadak tur, kami kembali menapaki kota Yogyakarta. Lagi-lagi kota ini yang jadi pilihan. Jujur saja, kota ini jadi kota kedua setelah Bandung yang menarik perhatian kami. Entah karena situasinya, karena kenyamannya, ataupun masyarakatnya. Kota ini terkenal dengan sebutan kota wisata.

Jam 7 malam, di terminal Cicaheum Bandung kami menunggu bis yang akan membawa kami. Mana ya? Oh itu dia..Kramat Jati!

Dengan berbekal roti kadet, snack kecil, coklat, permen, air mineral dan nasi goreng, kami bersemangat untuk melancong. Sepanjang jalan tak hentinya kami bercakap-cakap dan tertawa ria. sampai saat lapar menjemput perut untuk melahap nasi goreng. Hm..yummy! Nasi goreng Ling punya hehe..

Continue reading “Gunungan Djokdja”

Rosmellix dkk : Jalan-jalan ke Batu Lonceng

Pagi itu saya bergegas menuju Ledeng, janji bertemu teman-teman di gerbang UPI. Hari itu, saya bolos kerja karena memang hendak jalan-jalan ke Batu Lonceng Lembang bersama Jesis, Dimas, Ucan, dan Cindy.

Perjalanan dimulai dengan angkutan ke arah Lembang, dan berhenti di pasar Lembang. Dari sini, kami naek angkutan pedesaan ke arah Cibodas. Angkutan ini semacam oplet, sudah tua dan sebenarnya sudah tidak layak untuk digunakan. Dan waduh…kami harus duduk sekitar satu jam menunggu angkutan ini penuh dengan penumpang (kebanyakan ibu-ibu) yang belanja di pasar Lembang.

Continue reading “Rosmellix dkk : Jalan-jalan ke Batu Lonceng”

Berbagi cerita lewat gowes saguling

Baru saja hari minggu kemarin bergowas gowes ke saguling. 35 km eh ternyata 45 km coy, melelahkan juga (bagi yang awam). Masih berasa pegal badan dan kaki, maklum tanjakan dan turunan yang dilewati itu panjangnya 128 km. Busyeet!! Belum lagi batuk dan bersin yang mengusik. Saya pun sampai terkapar beberapa hari untuk istirahat.

Berangkat pukul 5.30 pagi menuju rumah Gustar untuk meminjam sepeda gunung miliknya. Bersama dia, saya melaju menuju ke alun-alun. 20 menit kemudian ketika tiba, tampaklah mobil pick up dengan neng Ulu yang sudah lebih dulu tiba. Tanpa berbasa-basi lagi, saya yang kelaparan dari rumah mengajak Ulu dan Gustar makan pagi.

sarapan berdempetan or ma sepeda??
rela berdempatan demi sepeda atau sarapan??

Kami yang sedang asyik-asyik menikmati sarapan pagi, harus berangkat, karena Inda, Hamda, pak Moro sudah di depan mata. Akhirnya duduklah kami semua bersempit-sempit ria di bagasi mobil pick up dengan deretan sepeda-sepeda gunung, walaupun sebenarnya di jok depan kosong. Mungkin pada enggan bergabung dengan driver seorang.

Sepanjang jalan menuju Kota Baru Parahyangan (titik awal buat ngegowes), pick yang membawa kami ini melewati jalan utama Jendral Sudirman. Banyak mata memandang seakan bertanya hendak kemanakah ini?

Lucu juga karena di samping kiri mobil ini, banyak para pesepeda menggowes sepeda, sedangkan kami dan sepeda gunung seperti menumpang mobil pick up. Wah..perut ini tak sanggup lagi menahan rintihan yang sedari tadi menjerit minta diisi. Saat itu juga, saya membuka kembali bungkusan nasi yang terpotong di Alun-alun tadi. Dan ternyata, ada yang lapar juga.Ulu yang berbaik hati pun memberikan bungkusan sarapannya pada Hamda. Wah..baik ya..hehe.

Tak peduli keadaan atau bau apapun, kami berdua asyik menyantap nasi bungkusan sambil dikomentari oleh kawan-kawan.

Continue reading “Berbagi cerita lewat gowes saguling”

Heritage Walks bersama Gagasceria

Tiba-tiba aja jam 7 pagi sudah ada di Preanger. Sambil duduk, saya baca lagi tulisan tangan. Hari ini emang ada tur alam buatan bertemakan sejarah Bandung dengan SD Gagas Ceria. Sambil ngelamun, saya tersenyum sama bapak satpam yang dari tadi memandang. Rupanya emang bapak satpam nunggu-nunggu “..mana rombongan dari Bandung Heritage teh..”.

Pukul 7.50, datang minibus yang dikira pikir mau nabrak pintu gerbang Hotel Preanger. Ups..ternyata supir bus-nya salah jalan masuk ke Preanger..
Mungkin karena nggak tau pintu mana yang bisa dilalui

Sudah jam 8 kurang, entah mengapa juga, Kang Hariavo yang mustinya menemani saya, mendadak meriang. Untung…ada Kang Dadan (awalnya emang niat cuman foto aja, tapi jadi kecipratan guiding hehe). Peserta tur kali ini dibagi jadi 2 grup. Saya pegang grup pertama, Kang Dadan grup yang kedua.

berkenalan..
berkenalan..

Saya perkenalkan diri dan mulai bercerita tentang Bandung purba, berlanjut ke Jalan Asia Afrika dan disambung dengan kisah Bandung tempo dulu. Belum selesai saya bicara, ada yang bertanya..”Kak, Daendels itu sudah pernah kesini y..?
Wah..tampaknya adik-adik dari Gagas Ceria sudah pada tahu nic.. Hm..saya jadi kewalahan dihujani dengan berbagai macam pertanyaan hehe..

Spot pertama yang dituju itu KM 0 yang terlihat dengan monumen setum-nya.. Lucu, ada yang bertanya, “..bahan bakarnya apa?”, “..kenapa kok monumen-nya tahun 2004..?”. Hahaha..spontan, saya dan guru-guru pembimbingnya (Mba Irna dan Mba Nining) geli denger pertanyaan mereka. Ada satu tanda yang mereka tanya, dan..jujur aja saya nggak tau itu teh apa..sepakat jadi pe-er buat grup kami ini hehe..

Continue reading “Heritage Walks bersama Gagasceria”