Iedul Fitri Bandoeng Tempo Doeloe

Posted: September 25, 2009 in cerita, Knowledge
Tags: , , , , ,

Jaman sekarang, dengan perkembangan teknologi, awal bulan Hijriah sudah bisa diprediksi jauh-jauh hari sebelum waktunya. Tetapi, meskipun begitu, masih saja terjadi perbedaan-perbedaan menyangkut penentuan awal bulan Hijriah, karena perbedaan metode yang digunakan untuk menghitung dan melihat Hilal. Komentar dari pak Menteri Agama disini sebenarnya nyepét umat Islam, karena meskipun jumlah umat Islam paling banyak di Indonesia, tapi perbedaan-perbedaan ini yang membuat kesatuan umat diragukan.

Ya sudahlah, kita serahkan masalah ini kepada Alim Ulama dan Umaro, kita mah rakyat manut kepada keputusan mereka, selama keputusannya tidak melenceng dari aqidah.

Kira-kira waktu jaman baheula, serepot inikah proses penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Berikut ada sepotong cerita yang dituliskan Pak Haryoto Kunto dalam Buku “Ramadhan di Priangan (Tempo Doeloe)” mengenai suasana menjelang Idul Fitri di Bandung jaman baheula.

Pernah terjadi di kota Bandung tahun 1930-an. Sore hari, para alim ulama di beberapa mesjid, terutama di Mesjid Kaum Cipaganti yang letaknya pada lahan ketinggian, beramai-ramai berkumpul, mengamati garis cakrawala di arah barat, guna mengintip datangnya rukyatul hilal, saat sekelumit bulan muncul sedikit di garis cakrawala barat, yang menandakan datangnya awal bulan Hijriyah,dalam hal ini mengamati datangnya 1 Syawal kala umat Islam merayakan Idul Fitri.

Namun kala itu, mendung dan hujan rintik-rintik menghalangi pemandangan. Sehingga saat matahari tenggelam, sang rembulan yang ditunggu-tunggu, tak terlihat wajahnya. Padahal seluruh warga Bandung, telah menunggu-nunggu bunyi ‘dulag pitrah’ yang ramai ditabuh orang di mesjid dan pesantren. Menandakan, agar kaum muslimin segera menemui Lebe atau Alim Ulama buat membayar zakat fitrah, karena esok harinya tiba perayaan Idul Fitri. Tapi, peristiwa tersebut tak kunjung tiba.

Baru kira-kira pukul 10 malam, Opas Kabupaten disertai petugas Kaum, berkeliling kampong sambil memukul gong kecil. Mengumumkan, bahwa besok telah tiba hari Lebaran. Agaknya berita tentang terlihatnya rukyatul hilal di Banten, pantai Tanjungkait, Betawi, dan Cianjur, terlambat datangnya. Maklum, komunikasi jaman baheula itu masih kurang lancar.

Begitu mendengar pengumuman tadi, dayeuh Bandung yang sunyi sepi, tiba-tiba berubah suasana menjadi meriah. Kaum ibu berlarian ke pasar yag mendadak dibuka malam itu. Begitu pula took dan warung ramai dirubung pengunjung yang butuh bahan makanan buat hidangan hajat walilat atau hajat lebaran.

Sedangkan kaum pria, terutama kepala keluarga, sibuk mencari Lebe atau Amil untuk membayar zakat fitrah. Soalnya, apa arti puasa tanpa membayar zakat fitrah, yang harus ditunaikan sebelum shalat Idul Fitri. Jika sampai melebihi batasnya membayar zakat fitrah, maka zakat tersebut hanya dihitung sebagai sedekah saja.

Esok harinya, pagi-pagi sekali warga Bandung berbondong-bondong pergi ke Alun-alun Bandung, menunaikan sholat Idul Fitri berjamaah. Sejak RHAA Wiranatakusumah V pulang menjalankan ibadah Haji ke tanah suci pada tahun 1924, maka suatu prosesi arak-arakan para menak Bandung disertai alim ulama Kaum diadakan, dengan jalan kaki dari Pendopo Kabupaten menuju Mesjid Agung Bandung. Dalam barisan terlihat para menak mengenakan jubah, gamis, sorban seperti cerita 1001 malam. Mereka terdiri dari: Dalem di depan, diiringi Raden Patih, Raden Rangga, Raden Kanduruan, Ki Mas Rangga, Ki Mas Kanduruan, Ki Mas Jaksa, Ki Mas Ngabehi, Ki Mas Lengser, Ki Mas Camat, Ki Mas Patinggi, Pangarang, Kabayan, Panglaku, Lurah atau Kokolot, Mandor serta Priyayi.

Sedangkan dari kalangan Kaum terlihat Penghulu, Ketib, Modin, Amil atau Ulama Desa, yang berperan dalam sholat Idul Fitri tersebut.

Bubar sholat Idul Fitri, warga kota, rakyat biasa, berebut untuk mencium tangan Dalam Bandung dan Penghulu, ngalap berkah konon katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s