Kamididing yang Merasuk Tulang

Posted: August 14, 2009 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

Musim mangga berbuah, bagi masyarakat di Cirebon dan Indramayu dikenal dengan sebutan kamididing. Kamididing ini datang pada setiap masa transisi perubahan musim atau pancaroba, terutama dari musim hujan ke musim kemarau.

Masa pancaroba dari musim basah ke dingin itu berlangsung bisa satu sampai dua bulan. Terjadi biasanya pada awal bulan Juli hingga Agustus, seperti yang terjadi belakangan ini.

Kamididing ditandai dengan perubahan cuaca yang ekstrem. Perubahan cuaca ini memunculkan hawa atau suhu yang sangat berbeda pada saat siang hari dan malam hari.

“Kalau siang terasa lebih panas. Di dalam rumah, bila kurang ventilasi atau tidak memakai AC (air conditioning, pendingin udara -red.), saat tidur siang bisa kepanasan. Bisa mandi keringat,” tutur Ir. Oni Thoyib, pemerhati lingkungan asal Indramayu.

Sebaliknya, bila malam hari, suhu udara terasa sangat dingin. Bahkan dinginnya bisa merasuk sampai ke sumsum tulang.

“Istilah kamididing itu diambil dari hawa yang terasa sangat dingin pada malam hari. Karena dingin, orang bisa sampai menggigil. Kamididing artinya hawa berubah menjadi dingin,” tutur Drs. Supali Kasim, pemerhati bahasa lokal Dermayu.

Tentu saja ukuran dingin masyarakat pesisir pantai utara (pantura) dengan daerah lembah pegunungan seperti Priangan Selatan atau wilayah Bandung berbeda. Bila orang Bandung mungkin tak merasakan dingin saat datangnya kamididing, bagi orang pantura kamididing bisa membuat tubuh terasa menggigil.

Puncak kamididing sama dengan saat suhu terendah dalam putaran 24 jam rentang waktu satu hari. Kepala Stasiun Meteorologi, Jatiwangi, Majalengka, Eko Sunaryo menuturkan, suhu terendah pada pukul 1.00 WIB, sebaliknya suhu tertinggi saat matahari berada di titik kulminasi pada pukul 13.00 WIB.

“Puncak suhu terendah kamididing mulai pukul satu dini hari. Tetapi hawanya mulai terasa sejak pukul tujuh malam,” tutur dia.

Pada saat-saat tertentu, kamididing di wilayah pesisir pantura (Indramayu dan Cirebon) sering memunculkan kabut. Kabut ini, bahkan pernah masih terlihat hingga pukul 6.00 WIB lebih.

“Biasanya ada satu atau dua hari di mana kamididing memunculkan kabut. Kabut ini bisa terlihat sampai pukul 6.00 WIB. Mungkin saat muncul kabut itu yang disebut sebagai puncak kamididing. Suhu udara terasa sangat dingin. Bayangkan saja pantura yang merupakan daerah kering bisa berkabut,” tutur Sunadi, aktifis “Siklus” sebuah lembawa swadaya masyarakat bidang lingkungan hidup di Indramayu.

Kamididing sebenarnya merupakan fenomena alam yang berkaitan pada hawa malam di saat musim pancaroba dari musim hujan ke musin kemarau. Yakni malam di pesisir pantura (Cirebon dan Indramayu) di mana suhu terasa lebih dingin.

Fenomena ini merupakan dampak dari berembusnya angin kumbang dari puncak Gunung Ciremai. Selain pada malam memunculkan kamididing (hawa yang terasa sangat dingin), pada siang harinya, suhu udara relatif lebih panas daripada hari-hari normal.

Perubahan cuaca ekstrem antara siang dan malam hari ini dibarengi embusan kuat angin kumbang. Pada saat itulah, ratusan ribu pohon mangga di Indramayu, mulai mengeluarkan bunga dan berbuah.

Pada malam hari, pembuahan itu akan terasa aromanya, terutama bila berada di perkebunan mangga. Kebetulan aroma bunga mangga itu mirip dengan bau kemenyan. Oleh karena itu, kamididing sering membuat takut anak-anak di perkampungan yang dipenuhi pepohonan mangga.

Pada tahun 2009 ini, kamididing sudah hampir berlangsung lebih dari satu bulan sejak awal bulan Juli 2009 lalu. Pepohonan mangga pun mulai mengeluarkan kuncup-kuncup bunga, sebagian bahkan telah berubah menjadi bakal buah mangga. Bagi masyarakat Indramayu, berkah kamididing ialah berupa panen mangga antara 4 sampai 6 minggu ke depan. (Agung Nugroho/”PR”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s