Ekspresi Musik Bandung Dalam Semangat Merah Putih

Posted: August 11, 2009 in Event
Tags: , , , , , , ,

“Ekspresi Musik Bandung Dalam Semangat Merah Putih” – Pertunjukan musik lokal dalam rangka perayaan kemerdekaan RI, 17 Agustus 2009 – Cafe & Resto Roemah Nenek, Jl. Cibeunying 47 Bandung, pukul 19.00 – 22.30

Bandung – Beberapa musisi kreatif Bandung akan mempersembahkan pertunjukan musik dalam acara yang bertajuk “Ekspresi Musik Bandung Dalam Semangat Merah Putih” yang akan diselenggarakan di cafe & Resto Roemah Nenek, kerja sama antara Roemah Nenek dan Mahanagari. Acara yang akan dimulai dari sore hingga malam ini merupakan pesta kecil dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-64.

Musisi-musisi kreatif yang ikut berpartisipasi di acara ini adalah mereka yang selama ini aktif mengusung musik yang bukan pada umumnya kita dengar sehari-hari, yaitu musik keroncong, musik balad, hingga musik unik yang memanfaatkan benda-benda tak terpakai dan terbuang (sampah) dan genteng. Selama pertunjukkan, pengunjung akan disuguhi pula oleh pemutaran film Bandung dari Mahanagari.

“Atas Angin Keroncong”akan menggelar beberapa nada tempo dulu, Indonesia Pusaka dan Rayuan Pulau Kelapa adalah komposisi yang pengunjung akan dengar. Dilanjut dengan “Lungsuran Daur” Dodong Kodir. Musisi yang memainkan musiknya dengan memanfaatkan barang bekas alias sampah ini akan membawakan musik berjudul Country Sunda, gaya Spanyol, Santri Sunda, dan Situ Cigintung. Jika dimainkan dengan alat musik lainnya, benda-benda itu menghasilkan

nada-nada yang harmonis. Dari jazz, blues sampai keroncong bisa dinyanyikan dengan alat sampah khas Dodong Kodir. Bassdong, Jirame, Alpedo dan Sulangsong. Itu adalah nama-nama alat musik ciptaan Dodong Kodir, dimana semuanya terbuat dari barang bekas. Di tiap penampilannya, Dodong selalu mengatakan sampah merupakan benda bermanfaat. “Sampah pun masih enak untuk didengar,” ujar Dodong.

“Musik Genteng Jatiwangi” akan mempersembahkan musik instrumental dengan alat musik utama yang sesuai namanya, Genteng. Keunikan suara yang dihasilkan oleh musisi Jatiwangi ini akan memberi pengalaman baru bagi para pengunjung dalam melihat dan mendengar sebuah karya musik. Disusul kemudian dengan Mukti Mukti yang akan tampil dengan instrumen andalannya, Gitar. Masih dengan ciri khasnya, kritis & mewakili suara para kaum proletar. Suara-suara perjuangan dan doa untuk negeri yang berulang tahun ini akan dinyanyikan olehnya.

Menurut panitia, panggung mini Indonesia Raya ini sengaja menampilkan para musisi lokal. Mereka membawakan musik unik dengan ciri khasnya masing-masing, kreatif dengan nilai lokal yang kental. Selain itu, tujuan dari acara ini adalah untuk mensosialisasikan jenis musik yang berbeda dengan yang selama ini beredar di masyarakat luas. Dari

Dengan diselenggarakannya acara ini diharapkan masyarakat umum sebagai sasaran utama bisa belajar untuk menghargai budaya pada masa kekinian, dan peduli akan lingkungan dan budaya yang berada di sekitar mereka.

Oleh Mahanagari

Informasi lebih lanjut:
Sany 0812-2047877

*event ini free..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s