Nama Prabu Kean Santang amat terkenal di tanah Pasundan. Banyak nama untuk menyebut tokoh yang satu ini berdasarkan kiprahnya di banyak tempat di Jawa Barat. Rakyat di daerah-daerah tertentu seperti Garut, Bogor, Ciamis, atau Cirebon, meyakini betul keberadaan sang tokoh yang berjasa sebagai penyebar syiar Islam. Inilah beberapa peninggalannya. Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya warga [...]
Posts Tagged ‘pajajaran’
Prabu Kian Santang
Posted: December 13, 2009 in budaya, cerita, sejarahTags: batu tilas, Borosngora, ciburuy, cilauteureun, Gadog, Gagk Lumayung, garut, hutan, kean santang, kian santang, mundinglaya dikusumah, pajajaran, prabu, sancang, siliwangi, Walangsingsang
Perang Bubat
Posted: September 11, 2009 in cerita, Knowledge, sejarahTags: babad, balamati, bubat, dompu, dyah lembu tal, dyah pitaloka, gajah mada, geguritan sunda, hayam wuruk, hyang bunisora suradipati, jaka susuruh, kerajaan, kidung, linggabuana, majapahit, pajajaran, perang, raden wijaya, rajyatajya i bhumi nusantara, sumpah palapa, sunda, Sundâyana, tanah jawi
Perang Bubat terjadi pada abad ke-14 M di Bubat, Majapahit, (sekarang berada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia). Hasil kemenangan Majapahit diperoleh yaitu casus belli dan perselisihan antara Gajah Mada dan Linggabuana, antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda. Saat itu yang bertindak sebagai komandan yaitu Gajah Mada, Hayam Wuruk dan Maharaja Linggabuana, yang beradu kekuatan sehingga [...]
Sri Baduga Maharaja
Posted: September 10, 2009 in budaya, cerita, Knowledge, sejarahTags: anggalarang, carita, dewa, galuh, jayadewata, kretabhumi, maharaja, munding wangi, mundinglaya dikusumah, naskah, ningrat kancana, niskala, pajajaran, pakuan, parahiyangan, perang bubat, prabu, siliwangi, sri baduga, sunda, surawisesa, susuktunggal, wangisutah, wastu kancana
Sri Baduga Maharaja Sri Baduga Maharaja (Ratu Jayadewata) mengawali pemerintahan zaman Pajajaran, yang memerintah selama 39 tahun (1482-1521). Pada masa inilah Pakuan mencapai puncak perkembangannya. Dalam prasasti Batutulis diberitakan bahwa Sri Baduga dinobatkan dua kali, yaitu yang pertama ketika Jayadewata menerima Galuh dari ayahnya (Prabu Dewa Niskala) yang kemudian bergelar Prabu Guru Dewapranata. Yang kedua [...]










