Prabu Siliwangi, raja Padjadjaran mempunyai dua orang putra, yang sulung laki-laki bernama Walangsungsang, dan adiknya perempuan bernama Rara Santang. Disamping kedua putranya itu, Baginda mempunyai putra yang lainnya pula sebanyak sembilan orang. Tetapi mereka meloloskan diri dari keratin.
Kesembilan putranya itu terdiri atas lima orang laki-laki dan empat orang perempuan. Mereka bertapa di Gunung yang saling berjauhan. Seorang putranya laki-laki bertapa di Jakarta, yang lain di Tanjung Kuning bernama Santang Partala, sedang yang lainnya lagi bernama Garantang Setra, Ishu Gumare di Lebak dan Sang Sekarsari.
Adapun putra-putranya yang perempuan adalah Nyi Tanjung Buana betapa di Pesisir Barat, Nyi Gending Juri atau Nyi Panjang Nagara di pesisir Selatan, Nyi Ratu di Kawali, dan Nyi Sekar Bang di Karang Pangantik.
Pada suatu malam Walangsungsang bermimpi. Dalam mimpi ia bertemu dengan Rosul yang menganjurkan agar pergi menuju Gunung Amparan dan menemui Syeh Jati, seorang guru dari Mekah.


