Posted by: rosmellix rosmelliac | October 7, 2009

JAK-JAPAN MATSURI 2009

n135610839211_4474The Embassy of Japan in Indonesia in cooperation with The Jakarta City Administration presents JAK-JAPAN MATSURI 2009 due to commemorating the 51 anniversary of Indonesia-Japan diplomatic relationship. As planned before, the festival will be held on October 3-11 in several areas in Jakarta, while the closing (main event) will be in National Monument (Monas) on October 11. These are some participation events:

Oct 2 (friday)
-Pre event: Melati & Sakura in Harmony (Origami Exhibition and Workshop) @ Senayan City. Time: 4 p.m – 9 p.m. Info: KOWANI +62 21 3152785, Japan Foundation +62 21 5201266

Oct 3 (saturday)
-Opening of Jak-Japan Matsuri: Exhibition of Japan Education @ Jakarta Convention Center. Time: 10 a.m – 4 p.m. Info: JASSO +62 21 2521912
-Melati & Sakura in Harmony (Origami Exhibition and Workshop) @ Senayan City. Time: 10 a.m – 9 p.m. Info: KOWANI +62 21 3152785, Japan Foundation +62 21 5201266
Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | October 7, 2009

DIES KE-50 FAKULTAS PERTANIAN

n140290911181_7375FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Panitia Dies Ke-50
Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran
mengundang dengan hormat Akang/Euceu
untuk menghadiri acara :
“DIES KE-50 FAKULTAS PERTANIAN”
Yang diselenggarakan pada :
Hari Sabtu, Tanggal 10 Oktober 2009
Pukul 10.00 s.d. 22.00 WIB
Bertempat di Plaza Fakultas Pertanian
Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Jatinangor Km.21
Jatinangor

10.00-13.00 Musyawarah Besar KAFP
14.30-15.30 Tepang Sono Alumni
15.30-18.45 Acara Halal Bihalal
1. Pembukaan
2. Pembacaan Ayat Suci Alqur’an dan terjemahannya
3. Sambutan Dekan
4. Siraman Rohani
5. Halal bihalal/silaturahmi
Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | October 7, 2009

Khas Asakan Sunda

MASAKAN atau Asakan khas Sunda zaman dulu ternyata memiliki rasa pedas yang dominan. Sebab hampir di setiap masakan sayur maupun daging olahan, para orang tua zaman dulu selalu menggunakan cabai sebagai bumbu. Kalau pun tidak memakai bumbu pedas, pastilah ada sambal yang dihidangkan bersama lalaban segar.

Dalam khazanah kuliner Parahyangan sendiri, sambal bisa mencapai puluhan jenis. Sambal dadakan di antaranya sambal combrang, sambal tarasi, sambal cibiuk, sambal bajak, sambal kacang, dan sambal hejo.

Banyak juga asakan Sunda jaman dulu yang memakai cabai sebagai bumbu. Seperti sambal goreng ati kentang, sambal goreng kentang mustofa, ase cabe hejo, rendang jengkol, oblo-oblo tempe peuteuy cabe hejo, kadedemes atau oseng kulit sampeu, dan lainnya.

Pada talkshow Makanan Tradisional Buhun Sunda Peninggalan Nenek Moyang, di Bale Parahyangan Hotel Panghegar, Jumat (11/9) sore, Chef Cook Rohendi mengungkap ada banyak jenis cabai yang dipakai untuk membuat sambal maupun bumbu masakan.

“Ada cabai hijau, cabai merah, cabai rawit atau cengek hejo, cengek beureum, cabai gendot, paprika, dan sebagainya. Mereka sengaja menanam berbagai jenis cabai maupun sayuran di halaman rumah atau kebun masing-masing. Tentu semua sehat karena tanpa diberi pupuk kimia dan zat pengawet,” jelas juru masak peraih predikat Super Chef dari sebuah televisi swasta ini.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | October 7, 2009

Bercocok Tanam Padi

Teknik bercocok tanam padi agar dapat menghasilkan hasil panen yang maksimal :
1. Seleksi Bibit
Untuk mendapatkan kualitas dan hasil panen yang baik, bibit yang dipilih harus bibit yang baik dan bagus. Langkah penyelksian dan pengolahan bibit ini adalah sebagai berikut:
a. Umur padi calon bibit di ambil yang betul-betul sudah matang dan tua
b. Masukkan air kedalam bejana seleksi dan tambahkan garam secukupnya.
c. Masukkan telur bebek kedalam air garam tadi. tunggu sampai telur bebek udah merapung.
d. Kemudian baru masukkan bibit yang sudah diseleksi tadi kedalam air garam tersebut.
e. beberapa diantara bibit tadi ada yang merapung, kemudian yang merapung itu tidak dipakai (dibuang).
f. Bibit yang tenggelam saja yang diambil

2. Menyemai Bibit
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik perlu menentukan media tanam biit atau persemaian bibit. Untuk persemaian bibit perlu diperhatikan beberpa hal antara lain :
a. Tanah yang diambil untuk menyemai bibit harus tanah yang lebih baik dan bagus
b. Untuk media semai bisa kita pakai baki, bejana yang luas dan datar, atau dibuatkan dari papan yang dialas dengan palstik.
Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 29, 2009

Field Painting Trip #1

n163031501799_2244Bandung Sunday Painters (BSP) untuk pertama kalinya mengajak rekan-rekan untuk melukis di lapangan (field painting) pada tanggal 4 Oktober 2009, pukul 08.00 – 12.00, dengan mengambil lokasi berkumpul di depan Bank Jabar, Jl. Braga, Bandung.

Peserta maksimal berjumlah 20 orang (mohon confirmed terlebih dahulu; status ‘maybe’ dianggap tidak hadir). Media melukis bebas: pinsil bw/warna, cat air, cat acrylic dll, namun alat-alat/media serta perbekalan makan-minum harap dibawa sendiri.

Setelah acara field painting selesai, peserta yang masih punya waktu bisa bergabung dalam ‘wisata kulliner’ (lokasi diumumkan kemudian) di dekat lokasi (bayar sendiri ya …).

Telp : 081320712740 (SMS)
Email : majalayaputra@gmail.com

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 25, 2009

Uga Wangsit Siliwangi

Saur Prabu Siliwangi ka balad Pajajaran anu milu mundur dina sateuacana ngahiang: Lalakon urang ngan nepi ka poé ieu, najan dia kabéhan ka ngaing pada satia! Tapi ngaing henteu meunang mawa dia pipilueun, ngilu hirup jadi balangsak, ngilu rudin bari lapar. Dia mudu marilih, pikeun hirup ka hareupna, supaya engké jagana, jembar senang sugih mukti, bisa ngadegkeun deui Pajajaran! Lain Pajajaran nu kiwari, tapi Pajajaran anu anyar, nu ngadegna digeuingkeun ku obah jaman! Pilih! ngaing moal ngahalang-halang. Sabab pikeun ngaing, hanteu pantes jadi Raja, anu somah sakabéhna, lapar baé jeung balangsak.

Daréngékeun! Nu dék tetep ngilu jeung ngaing, geura misah ka beulah kidul! Anu hayang balik deui ka dayeuh nu ditinggalkeun, geura misah ka beulah kalér! Anu dék kumawula ka nu keur jaya, geura misah ka beulah wétan! Anu moal milu ka saha-saha, geura misah ka beulah kulon!

Daréngékeun! Dia nu di beulah wétan, masing nyaraho: Kajayaan milu jeung dia! Nya turunan dia nu engkéna bakal maréntah ka dulur jeung ka batur. Tapi masing nyaraho, arinyana bakal kamalinaan. Engkéna bakal aya babalesna. Jig geura narindak!

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 25, 2009

Iedul Fitri Bandoeng Tempo Doeloe

Jaman sekarang, dengan perkembangan teknologi, awal bulan Hijriah sudah bisa diprediksi jauh-jauh hari sebelum waktunya. Tetapi, meskipun begitu, masih saja terjadi perbedaan-perbedaan menyangkut penentuan awal bulan Hijriah, karena perbedaan metode yang digunakan untuk menghitung dan melihat Hilal. Komentar dari pak Menteri Agama disini sebenarnya nyepét umat Islam, karena meskipun jumlah umat Islam paling banyak di Indonesia, tapi perbedaan-perbedaan ini yang membuat kesatuan umat diragukan.

Ya sudahlah, kita serahkan masalah ini kepada Alim Ulama dan Umaro, kita mah rakyat manut kepada keputusan mereka, selama keputusannya tidak melenceng dari aqidah.

Kira-kira waktu jaman baheula, serepot inikah proses penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Berikut ada sepotong cerita yang dituliskan Pak Haryoto Kunto dalam Buku “Ramadhan di Priangan (Tempo Doeloe)” mengenai suasana menjelang Idul Fitri di Bandung jaman baheula.

Pernah terjadi di kota Bandung tahun 1930-an. Sore hari, para alim ulama di beberapa mesjid, terutama di Mesjid Kaum Cipaganti yang letaknya pada lahan ketinggian, beramai-ramai berkumpul, mengamati garis cakrawala di arah barat, guna mengintip datangnya rukyatul hilal, saat sekelumit bulan muncul sedikit di garis cakrawala barat, yang menandakan datangnya awal bulan Hijriyah,dalam hal ini mengamati datangnya 1 Syawal kala umat Islam merayakan Idul Fitri.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 17, 2009

Istana Presiden

Ternyata Indonesia memiliki 6 istana kepresidenan. Istana-istana ini tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Bali. Coba simak deh..

Istana Merdeka dan Istana Negara

Istana kepresidenan yang berada di Jakarta ada dua, yaitu Istana Merdeka dan Istana Negara. Istana Merdeka ini berada di Jalan Merdeka Utara dan menghadap Taman Monumen Nasional (Monas). Istana Merdeka ini menjadi tempat kediaman resmi Presiden Republik Indonesia. Istana ini juga digunakan untuk upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi setiap tanggal 17 Agustus.

Sementara, Istana Negara berada di Jalan Veteran. Istana ini menghadap ke Sungai Ciliwung. Kedua istana ini dihubungkan dengan halaman tengah yang luasnya kira-kira setengah lapangan sepak bola. Pemerintah Republik Indonesia memusatkan kegiatan pemerintahannya di kedua istana tersebut.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 17, 2009

Kopi di Indonesia

Ditahun 1696, Gubernur Belanda di Malabar mengirimkan biji kopi ke Gubernur Belanda di Batavia, pengiriman pertama hilang karena banjir yang terjadi di Batavia, pengiriman kedua dilakukan tahun 1699.

Eksport kopi pertama dilakukan tahun 1711 oleh VOC, dalam tempo 10 tahun eksport meningkat sampai 60 ton/tahun, Indonesia adalah tempat perkebunan pertama diluar Arabia dan Ethiopia dan VOC memonopoli perdagangan kopi ini dari tahun 1725 sampai 1780.

Ditahun 1700an harga kopi yang dikirim dari Batavia sekitar 3 Guilder/kg di Amsterdam dan itu sama dengan beberapa ratus USD/Kg dengan kurs saat ini, harga kopi memang sangat mahal saat itu. Akhir abad 18 harga kopi mulai turun menjadi 0.6 Guilder/Kg sehingga kopi bisa diminum untuk kalangan yang lebih luas lagi.

Terlihat bahwa perdagangan kopi sangat menguntungkan VOC, tetapi tidak bagi petani kopi di Indonesia saat itu karena diterapkannya sistem cultivation [Cultuurstelsel].

VOC kemudian melebarkan sayap dengan menanam kopi diluar Jawa seperti di Sumatra, Bali, Sulawesi dan Timor. Di Sulawesi mulai ditanam tahun 1750, di dataran tinggi Sumatra Utara dekat Danau Toba ditanam sekitar tahun 1888 dan di Gayo, Aceh dekat danau laut tawar ditahun 1924.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 17, 2009

Sumur Bandung

Nama kota Bandung ternyata diambil dari sebuah sumur yang dikeramatkan orang. Sumur itu bernama Sumur Bandung. Ia adalah sumur purba yang terbentuk karena suatu keajaiban. Sumur ini sebenarnya ada dua. Lokasi keduanya berada tepat di pusat kota. Persisnya di tepi sungai Cikapundung yang membelah kota Bandung.

Kedua sungai ini jaraknya berdekatan. Hanya dipisah jalan protokol Asia Afrika. Uniknya, meski di atas Sumur Bandung yang satu, telah berdiri bangunan kokoh. Meski begitu, keberadaan Sumur Bandung dibiarkan tetap utuh. Bahkan diberi penutup berhiaskan mirip mahkota. Sehingga ada kesan bila sumur ini dihormati dan dijaga kelestariannya.

Lokasi sumur yang satu ini terletak di lantai dasar Gedung PLN Distribusi Jawa Barat. Keberadaannya sangat terawat. Bahkan airnya sering diambil oleh para pejabat PLN dan masyarakat umum untuk dibawa pulang. Menurut kabar, air itu sangat mujarab untuk mengobati berbagai penyakit. Uniknya lagi, aula gedung PLN ini pun diberi nama Bale Sumur Bandung. Pemberian nama aula itu pun mengandung cerita mistik yang menarik untuk disimak. Menurut Kusnadi (52), Kuncen Sumur Bandung di gedung PLN, nama aula tersebut merupakan pemberian penghuni gaib sumur purba itu.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 16, 2009

Museum Gajah

Museum Nasional Republik Indonesia atau Museum Gajah, adalah sebuah museum yang terletak di Jakarta Pusat dan persisnya di Jalan Merdeka Barat.

Sejarah Museum Gajah

Museum Nasional Republik Indonesia adalah salah satu wujud pengaruh Eropa, terutama semangat Abad Pencerahan, yang muncul pada sekitar abad 18. Ia dibangun pada tahun 1862 oleh Pemerintah Belanda di bawah Gubernur-Jendral Reinier de Klerk sebagai respons adanya perhimpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang bertujuan menelaah riset-riset ilmiah di Hindia Belanda. Museum ini diresmikan pada tahun 1868, tapi secara institusi tahun lahir Museum ini adalah 1778, saat pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen oleh pemerintah Belanda.

Museum Nasional dikenal sebagai Museum gajah sejak dihadiahkannya patung gajah oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada 1871. Tetapi pada 28 Mei 1979, namanya resmi menjadi Museum Nasional Republik Indonesia. Kemudian pada 17 Februari 1962, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelolanya, menyerahkan Museum kepada pemerintah Republik Indonesia. Sejak itu pengelolaan museum resmi oleh Direktorat Jendral Sejarah dan Arkeologi, di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Tetapi mulai tahun 2005, Museum Nasional berada di bawah pengelolaan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 16, 2009

Vereenigde Oostindische Compagnie (VoC)

Vereenigde Oostindische Compagnie The Dutch East India Company/Perserikatan Perusahaan Hindia Timur

Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut Hindia Timur karena ada pula VWC yang merupakan perserikatan dagang Hindia Barat.

Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan pertama yang mengeluarkan pembagian saham. Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa. Misalkan VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam negara.

VOC terdiri 6 Bagian (Kamers) di Amsterdam, Middelburg (untuk Zeeland), Enkhuizen, Delft, Hoorn dan Rotterdam. Delegasi dari ruang ini berkumpul sebagai Heeren XVII (XVII Tuan-Tuan). Kamers menyumbangkan delegasi ke dalam tujuh belas sesuai dengan proporsi modal yang mereka bayarkan; delegasi Amsterdam berjumlah delapan. Di Indonesia VOC memiliki sebutan populer Kompeni atau Kumpeni. Istilah ini diambil dari kata compagnie dalam nama lengkap perusahaan tersebut dalam bahasa Belanda.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 16, 2009

Gunung Guntur

Ayeuna rek nyaritakeun asal mulana Gunung Agung, atawa Gunung Guntur nu matak urug.

Ari asalna éta gunung, disebutna lain Gunung Guntur atawa Gunung Agung, tapi Gunung Kutu ngaranna.

Waktu Sunan Rangga Lawé, jeneng ratu di Timbanganten, nagarana di Korobokan, kagungan sadérék istri hiji, jenenganana Maharaja Inten Déwata; éta téh rakana Sunan Rangga Lawé anu saibu sarama.

Ari éta Maharaja Inten Déwata, henteu kersa calik di nagara, kersana midusunan baé, ngan aya saurang anu ngiring ka Maharaja Inten Déwata, pangasuhna lalaki enggeus kolot kacida, ngaranna Batara Rambut Putih.

Kacarios Sunan Rangga Lawé, keur dideuheusan ku para mantri, ponggawa jeung para abdi-abdi kabéh, Papatih unjukan, “Jisim abdi mendak pisitueun teu kinten pisan saena, ku emutan, upami geus didamelan situ téh, tegalan sadayana tangtos seep dianggo sawah. Ari nu kagungan éta pisitueun, raka Gusti, Maharaja Inten Déwata.”

Sunan Rangga Lawé ngadawuh, “Gampang, lamun kitu mah.” Lajeng miwarang hiji mantri, dawuhanana, “Manéh, ayeuna kudu leumpang ngadeuheusan ka Aceuk, dipiwarang ku aing, nyuhunkeun éta pisitueun bade ditambak, dijieun situ, sabab réa pihasileunana. Los, manéh geura leumpang.” Kacaturkeun éta mantri ka bumi Maharaja Inten Déwata, cong nyembah, bari gék diuk. Mariksa Maharaja Inten Déwata ka éta mantri, “Dipiwarang naon ku Gusti manéh?”

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 16, 2009

Gunung Galunggung

Gunung Galunggung berada di 7.25°LS-7°15′0″LS; 108.058°BT-108°3′30″BT. Tepatnya di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Gunung ini termasuk ke dalam tipe Stratovolcano.

Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat kota Tasikmalaya. Terdapat beberapa daya tarik wisata yang ditawarkan antara lain obyek wisata dan daya tarik wanawisata dengan areal seluas kurang lebih 120 hektar di bawah pengelolaan Perum Perhutani. Obyek yang lainnya seluas kurang lebih 3 hektar berupa pemandian air panas (Cipanas) lengkap dengan fasilitas kolam renang, kamar mandi dan bak rendam air panas.
Gunung Galunggung mempunyai Hutan Montane 1.200 – 1.500 meter dan Hutan Ericaceous > 1.500 meter.

Letusan Gunung Galunggung

Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah. Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 16, 2009

Sosialisasi Makanan Tradisional Indonesia dan Obat Bahan Alam

Kemampuan generasi penerus dalam menguasai, memanfaatkan, dan memajukan iptek mempunyai peran yang menentukan dalam meningkatkan daya saing bangsa. Upaya sungguh-sungguh untuk memperkuat penguasaan, pemanfaatan, dan pemajuan iptek perlu dilakukan secara terus menerus di kalangan generasi penerus. Berbagai kegiatan dilakukan untuk perkembangan iptek, seperti penelitian, pertukaran informasi, dan alih teknologi diberbagai bidang kehidupan masyarakat termasuk bidang kesehatan dan pangan.

Dalam bidang kesehatan, obat modern sudah sedemikian melonjak harganya disamping mengandung zat-zat kimia yang membuat sebagian besar masyarakat kita beralih kepengobatan tradisional atau menggunakan obat bahan alam (obat tradisional). Disamping itu dalam bidang pangan, sejalan dengan perkembangan zaman, mendorong masyarakat lebih menyukai makanan siap saji dan makanan-makanan jajanan yang berlabel luar negeri. Akibatnya, anak-anak lebih menggemari makan siap saji daripada makanan lokal, seperti klepon, carabikang, es palubutung, bubur kampiun dan lain sebagainya yang amat beragam bentuk, bahan dan cita rasanya. Bahkan di perkotaan makanan lokal tersisih dan tidak dikenal lagi di kalangan generasi penerus.

Kecintaan akan produk-produk hasil penelitian bangsa Indonesia, yang berupa kearifan tradisional, terutama dalam pengolahan makanan tradisional maupun obat bahan alam perlu terus ditingkatkan. Sementara itu generasi penerus sedapat mungkin sejak dini telah diperkenalkan dengan kearifan tradisional sebagai bagian dalam kehidupannya sehari-hari dan sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 15, 2009

Sangkuriang

Urang Sunda Lain Turunan Anjing

Dongeng atawa oge sok disebut legenda atawa sakakala Sangkuriang mangrupakeun salah sahiji dongeng nu paling kakoncara di tatar Sunda, malahan dongeng ieu sumebar sanusantara, nu tangtu teu leupas jeung kasundaan.

Upama nilik dina jalanna carita, asa ku pamohalan pisan kunaon karuhun Sunda nyieun dongeng nu teu ilahar, jiga nu euweuh gawe nyawang teh sakahayang rasa, malahan aya sabagean urang Sunda nu ngarasa era jeung mungkin manghanjakalkeun ku ayana dongeng ieu, sabab ngabalukarkeun datangna pamoyokan batur, majar urang Sunda turunan Anjing (Si Tumang tea), urang Sunda teu uni hayang ngawin ka indung. Tapi ke heula ki dulur, didieu urang kudu lantip, da apan urang percaya luluhur sunda lain jalma barodo, da sabodo-bodona oge maenya nepi ka boga pamikiran yen jalma daek kawin jeung anjing kalayan ngahasilkeun anak jalma, jeung piraku deui parahu bisa ngajadi gunung mah.

Sabalikna malah urang percaya ku sababaraha bukti nu nganyatakeun yen luluhur Sunda sugih ku pangarti, jembar ku pangabisa. Didieu tangtu luluhur sunda ngahaja nguji pangarti jeung ngadidik turunanana sangkan motekar dina nalungtik naon pimaksudeunana, jeung apan geus jadi kabiasaan yen dina unggal carita ngandung siloka. Ku pinter-pinterna dina nyusun carita nepikeun unggal carita karasana hirup jeung jiga nu nyata ayana, kurang-kurangna lantip mah dina ngalenyepanana bisa ngabalukarkeun kasamaran.
Geura hayu urang guar naon atuh harti eta carita.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 15, 2009

Sejarah Singkat Bandung Lautan Api

Suatu hari di Bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harts benda mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun ke¬mudian, lagu “Halo Halo Bandung” ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang sekarang telah menjadi lautan api.

Setelah Proklamasi

Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan harus dicapai sedikit demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengorbankan segalanya. Setelah Jepang kalah, tentara Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. Mereka berkomplot dengan Belanda dan memperalat Jepang untuk menjajah kembali Indonesia. Jejak Perjuangan “Bandung Lautan Api” membawa kita menelusuri kembali berbagai kejadian di Bandung yang berpuncak pada suatu malam mencekam, saat penduduk melarikan diri, mengungsi, di tengah kobaran api dan tembakan musuh.Sebuah kisah tentang harapan, keberanian dan kasih sayang. Sebuah cerita dari para pejuang kita …

Berita pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dari Jakarta diterima di Bandung melalui Kantor Berita DOMEI pada hari Jumat pagi, 17 Agustus 1945. Esoknya, 18 Agustus 1945, cetakan teks tersebut telah tersebar. Dicetak dengan tinta merah oleh Percetakan Siliwangi. Di Gedung DENIS, Jalan Braga (sekarang Gedung Bank Jabar), terjadi insiden perobekan warna biru bendera Belanda, sehingga warnanya tinggal merah dan putih menjadi bendera Indonesia. Perobekan dengan bayonet tersebut dilakukan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Mohammad Endang Karmas, dibantu oleh Moeljono.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 15, 2009

Siapa (Sebenarnya) Mencipta Sunda?

Wacana yang mengemuka tentang penciptaan Sunda semula diangkat Gani A Jaelani (Kompas, 24/2), yaitu bahwa Sunda dicipta Belanda dalam wujud identitas kebahasaan. Adapun Henry H Loupias lewat tanggapannya “Sunda Bukan Dicipta Belanda” (Kompas, 16/3) malah membawa wacana kreasi Sunda ini dalam ranah yang melebar dan kurang bernas.

Adapun Atep Kurnia menafsir Sunda (Kompas, 24/3) tidak lebih dari kesinisannya pada bagaimana Barat (Belanda) mencitrakan Timur (Sunda). Ketiganya masih bermuara pada ruas masalah “Sunda dicipta”.

Jelas, untuk mempertegas Sunda, dalam karya monumentalnya Nusa Jawa: Silang Budaya; Batas-batas Pembaratan, Denys Lombard mesti terlebih dahulu mengonsepsikan Jawa (secara geografis dan kultural). Pasalnya, dalam satu kesatuan geografis, hidup dua budaya besar, Jawa dan Sunda (selain Pesisir).

Hakikatnya, secara kultur historis keduanya memiliki interaksi yang kuat. Jawa banyak memengaruhi unsur-unsur kesundaan sehingga Jawa selalu menjadi bayang-bayang Sunda. Pascajatuhnya dominasi politik Mataram (1677) dan Priangan kemudian diserahkan kepada VOC (1705), mainstream mulai jelas mengarah pada pemisahan budaya: Jawa dan Sunda.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 15, 2009

Gunung berapi

Letusan gunung berapi dapat berakibat buruk terhadap margasatwa lokal, dan juga manusia. Meskipun memang agak susah untuk mendefinisikan apa itu gunung berapi atau gunung api, namun secara umum istilah tersebut dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat dia meletus.

Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Purwodadi, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar menyebut fenomena di Kuwu tersebut dengan istilah Bledug Kuwu

Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 14, 2009

Keraton Yogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia, yang merupakan jantung kebudayaan khususnya bagi Kebudayaan Jawa. Keraton sendiri secara morfologis berasal dari kata Ratu, yang merupakan tempat bersemayamnya ratu-ratu.

Sejarah keraton tidak bisa dipisahkan dari sejumlah mitos yang melingkupinya. Misalnya mitos dewi kesuburan yang mengisahkan tentang kakak adik Dwi Sri dan Raden Sadhana yang dikutuk ayahandanya Prabu Purwacarita karena tidak mau tinggal di keraton.

Dalam perjalanan sejarahnya, roda kebudayaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat digerakkan oleh orang-orang mulai dari strata yang paling tinggi, yaitu sultan, hingga yang paling rendah, yakni abdi dalem. Para sultan yang memimpin keraton (mulai dari Pangeran Mangkubumi hingga yang sedang berkuasa Sri Sultan Hamengku Buwono X) merupakan tokoh-tokoh utama yang memegang kendali roda kebudayaan keraton. Di level bawahnya ada para prajurit keraton yang dibagi dalam 12 kesatuan dengan tugas dan fungsi yang berbeda.

Koleksi benda-benda pusaka, antara lain kereta kencana, senjata-senjata pusaka, bendera-bendera, serta alat-alat musik hingga kini masih tersimpan di keraton. Senjata pusaka Kangjeng Kiai Pleret yang berupa tombak merupakan pusaka yang dinilai paling keramat dan paling tinggi martabatnya. Pusaka ini diyakini erat kaitannya dengan sejarah berdirinya kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati yang merupakan cikal bakal para raja Jawa di Surakarta dan Yogyakarta.

Read More…

Older Posts »

Categories