Posted by: rosmellix rosmelliac | December 13, 2009

Walangsungsang

Prabu Siliwangi, raja Padjadjaran mempunyai dua orang putra, yang sulung laki-laki bernama Walangsungsang, dan adiknya perempuan bernama Rara Santang. Disamping kedua putranya itu, Baginda mempunyai putra yang lainnya pula sebanyak sembilan orang. Tetapi mereka meloloskan diri dari keratin.

Kesembilan putranya itu terdiri atas lima orang laki-laki dan empat orang perempuan. Mereka bertapa di Gunung yang saling berjauhan. Seorang putranya laki-laki bertapa di Jakarta, yang lain di Tanjung Kuning bernama Santang Partala, sedang yang lainnya lagi bernama Garantang Setra, Ishu Gumare di Lebak dan Sang Sekarsari.

Adapun putra-putranya yang perempuan adalah Nyi Tanjung Buana betapa di Pesisir Barat, Nyi Gending Juri atau Nyi Panjang Nagara di pesisir Selatan, Nyi Ratu di Kawali, dan Nyi Sekar Bang di Karang Pangantik.

Pada suatu malam Walangsungsang bermimpi. Dalam mimpi ia bertemu dengan Rosul yang menganjurkan agar pergi menuju Gunung Amparan dan menemui Syeh Jati, seorang guru dari Mekah.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | December 13, 2009

Jejak Danau Yang Hilang

Inilah kenyataan alam. Bahwa dataran tinggi Bandung, jutaan tahun lalu merupakan danau purba yang membentang luas. Penduduk kini mengatakan dataran Bandung sebagai Situ Hiang (danau yang hilang). Situ Hiang itu terbentuk akibat aliran sungai Citarum Purba yang tersumbat oleh muntahan lahar letusan Gunung Tangkubanparahu. Airnya lalu menyusut secara bertahap dan menjadi dataran seperti sekarang. Fakta itu diungkap almarhum Ir Haryoto Kunto (Kuncen Bandung) dalam buku “Semerbak Bunga di Bandung Raya”.

Situ Hiang yang menyusut airnya kemudian menyisakan lebih dari 12 alur sungai yang mengalir dari kaki gunung sekeliling Bandung, lalu bermuara di Kali Citarum. Juga terbentuk pula sejumlah situ atau danau, dalam berbagai bentuk dan ukuran di wilayah Tatar Bandung ini. Selain itu, Danau Bandung Purba mewariskan pula berpuluh-puluh “ranca” atau genangan rawa yang kini telah berubah menjadi kampung dan desa. Kini bisa ditemukan nama-nama seperti Rancaekek, Rancabali, Rancagoong, Rancamaung, Rancakasumba dan lain-lainnya.

Menurut catatan Dr Andries de Wilde, seorang tuan tanah di Tatar Bandung, di tahun 1830 orang masih menjumpai beberapa situ atau telaga ukuran besar di sekitar Kota Bandung. Salah satu yang paling besar adalah Situ Ciloloeun, yang terletak di tepi Jl Cigereleng, antara Bandung dan Dayeuhkolot. Dalam salah satu catatannya, Andries de Wilde menceritakan bahwa begitu luas Situ Ciloloeun, sehingga ia bersama beberapa pengiringnya memerlukan waktu seharian untuk mengelilingi tepian danau dengan menunggang kuda. Di tengah danau itu terdapat sebuah pulau. Di sekitar Situ Ciloloeun dan pulau di tengahnya, banyak orang menjumpai binatang buas seperti harimau, badak, ular pyton dan ribuan ekor rusa dan banteng. Ke tempat itulah, orang di masa itu pergi berburu.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | December 13, 2009

Mencari Sejarah Sunda

MENCARI SEJARAH SUNDA DENGAN DUA PERAHU

SUDAH sejak tahun 1950-an orang Sunda gelisah dengan sejarahnya. Lebih-lebih generasi sekarang, mereka selalu mempertanyakan, betulkah sejarah Sunda seperti yang diceritakan orang-orang tua mereka? Katanya, kekuasaannya membentang sejak Kali Cipamali di timur terus ke barat pada daerah yang disebut sekarang Jawa Barat dengan Prabu Siliwangi sebagai salah seorang rajanya yang bijaksana. Betulkah?

Sejarah Sunda memang tidak banyak berbicara dalam percaturan sejarah nasional. “Yang diajarkan di sekolah, paling hanya tiga kalimat,” kata Dr Edi Sukardi Ekadjati, peneliti, sejarawan dan Kepala Museum Asia Afrika di Bandung. Isinya singkat saja hanya mengungkap tentang Kerajaan Sunda dengan Raja Sri Baduga di daerah yang sekarang disebut Jawa Barat, lalu runtuh.

Padahal, kerajaan dengan corak animistis dan hinduistis ini sudah berdiri sejak abad ke-8 Masehi dan berakhir eksistensinya menjelang abad ke-16 Masehi. Kisah-kisahnya yang begitu panjang, lebih banyak diketahui melalui cerita lisan sehingga sulit ditelusuri jejak sejarahnya. Tetapi ini tidak berarti, nenek moyang orang Sunda di masa lalu tidak meninggalkan sesuatu yang bisa dilacak oleh anak cucunya karena kecakapan tulis-menulis di wilayah Sunda sudah diketahui sejak abad ke-5 Masehi. Ini bisa dibuktikan dengan prasasti-prasasti di masa itu.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | December 13, 2009

Prabu Kian Santang

Nama Prabu Kean Santang amat terkenal di tanah Pasundan. Banyak nama untuk menyebut tokoh yang satu ini berdasarkan kiprahnya di banyak tempat di Jawa Barat. Rakyat di daerah-daerah tertentu seperti Garut, Bogor, Ciamis, atau Cirebon, meyakini betul keberadaan sang tokoh yang berjasa sebagai penyebar syiar Islam. Inilah beberapa peninggalannya.

Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Garut, nama Kean Santang terdengar amat familier. Di hati mereka, kenangan tentang sang prabu yang terkenal sakti dan amat berjasa dalam syiar Islam ini, sudah terpatri. Bila mereka mendengar atau menemukan kata-kata Kean Santang, hati mereka langsung menerawang dan membayangkan kiprah sang prabu beberapa abad silam.

Prabu Kean Santang sendiri mempunyai seabreg nama. Di Cirebon namanya Walangsungsang, sedangkan orang Panjalu me¬nyebutnya Borosngora. Nama lain yang juga amat terkenal diantaranya Pangeran Mundinglaya Dikusumah, Prabu Rukmantara, Gagak Lumayung dll. Nama Kean Santang dikenal sebagai turunan Pajajaran yang tertua, putra Prabu Siliwangi.

Peninggalan dan jejak Prabu Kean Santang terdapat diberbagai tempat. Antara lain di Gadog, 5 Km dari Garut. Orang-orang begitu mempercayai bila peninggalan Prabu Kean Santang dikubur di sini. Di makam Gadog ini pula bisa dijumpai beberapa alat dan senjata peninggalan Prabu Kean Santang.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | December 13, 2009

Paguyuban Pasundan

Paguyuban Pasundan (ejaan aslinya Pagoejoeban Pasoendan) adalah organisasi budaya Sunda yang berdiri sejak tanggal 20 Juli 1913, sehingga menjadi salah satu organisasi tertua yang masih eksis sampai saat ini. Selama keberadaannya, organisasi ini telah bergerak dalam bidang pendidikan, sosial-budaya, politik, ekonomi, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan. Paguyuban ini berupaya untuk melestarikan budaya Sunda dengan melibatkan bukan hanya orang Sunda tapi semua yang mempunyai kepedulian terhadap budaya Sunda.

Paguyuban Pasundan didirikan 20 Juli 1913. Jenis Organisasi Budaya Sunda. Ketua H. A. Syafe’i

1. Sejarah Masa Pra Kemerdekaan

1. 1. Awal Berdiri

Secara tidak langsung, kelahiran Paguyuban Pasundan dipengaruhi oleh pendirian Budi Utomo pada hari Rabu tanggal 20 Mei 1908, yang dianggap sebagai tonggak awal kebangkitan bangsa Indonesia menggapai kemerdekaan. Pada awalnya, cukup banyak orang Sunda yang bergabung. Cabang-cabang Budi Utomo juga banyak bermunculan di Jawa Barat, seperti di Bandung dan Bogor. Namun beberapa tahun kemudian, keanggotaan orang Sunda dalam Budi Utomo menurun drastis. Hal ini disebabkan karena menurut mereka, dari segi sosial-budaya, organisasi tersebut hanya memuaskan penduduk Jawa Tengah dan Jawa Timur saja.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | December 13, 2009

Seren Taun Kampung Budaya Sindangbarang

Pun sapun ka luluhuran
Pun tabé ka handapeunana
Kula deuk nyabla kula deuk meta
Sésérén taun nu undur
Ka taun nu ngagantian
Sapulukan sapakprakan
Puja bakti ka hyang suci
Tanda punjung ka karuhun
Ti buyut canggah bao eujeung waréng
Sahunyur lembur Sindangbarang
Titilarna Pajajaran.
Pun sapun..
Sampura.. isun..!

Dina kahirupan masarakat sunda kuna, upacara sérén taun diayakeun pikeun ngahaturkeun rasa syukur ka Sanghyang Tunggal nu tos masihan hasil tatanén anu nyugemakeun dina taun nu kalangkung, ogé miharep dina taun nu baris dongkap, sagalana tiasa langkung ningkat. Numutkeun katerangan lisan, boh ti para kasepuhan, ogé tina carita pantun, upacara sérén taun tos dilakukeun ti saprak Karajaan Pajajaran masih jaya di buana. Harita prak-prakan éta upacara digelar babarengan di sakuliah karajaan, ti kawit ibukota Pakuan dugi ka daérah bawahanana.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | December 13, 2009

Kebudayaan Sunda

Istilah Sunda kemungkinan berasal dari bahasa Sansekerta yakni sund atau suddha yang berarti bersinar, terang, atau putih. Dalam bahasa Jawa kuno (Kawi) dan bahasa Bali dikenal juga istilah Sunda dalam pengertian yang sama yakni bersih, suci, murni, tak bercela/bernoda, air, tumpukan, pangkat, dan waspada.

Menurut R.W. van Bemmelen seperti dikutip Edi S. Ekadjati, istilah Sunda adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menamai dataran bagian barat laut wilayah India Timur, sedangkan dataran bagian tenggara dinamai Sahul. Dataran Sunda dikelilingi oleh sistem Gunung Sunda yang melingkar (Circum-Sunda Mountain System) yang panjangnya sekira 7.000 km. Dataran Sunda itu terdiri atas dua bagian utama, yaitu bagian Utara.yang meliputi Kepulauan Filipina dan pulau-pulau karang sepanjang Lautan Fasifik bagian Barat serta bagian Selatan hingga Lembah Brahmaputra di Assam (India).

Dengan demikian, bagian Selatan dataran Sunda itu dibentuk oleh kawasan mulai Pulau Banda di timur, terus ke arah barat melalui pulau-pulau di kepulauan Sunda Kecil (the lesser Sunda island), Jawa, Sumatra, Kepulauan Andaman, dan Nikobar sampai Arakan Yoma di Birma. Selanjutnya, dataran ini bersambung dengan kawasan Sistem Gunung Himalaya di Barat dan dataran Sahul di Timur.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | October 7, 2009

JAK-JAPAN MATSURI 2009

n135610839211_4474The Embassy of Japan in Indonesia in cooperation with The Jakarta City Administration presents JAK-JAPAN MATSURI 2009 due to commemorating the 51 anniversary of Indonesia-Japan diplomatic relationship. As planned before, the festival will be held on October 3-11 in several areas in Jakarta, while the closing (main event) will be in National Monument (Monas) on October 11. These are some participation events:

Oct 2 (friday)
-Pre event: Melati & Sakura in Harmony (Origami Exhibition and Workshop) @ Senayan City. Time: 4 p.m – 9 p.m. Info: KOWANI +62 21 3152785, Japan Foundation +62 21 5201266

Oct 3 (saturday)
-Opening of Jak-Japan Matsuri: Exhibition of Japan Education @ Jakarta Convention Center. Time: 10 a.m – 4 p.m. Info: JASSO +62 21 2521912
-Melati & Sakura in Harmony (Origami Exhibition and Workshop) @ Senayan City. Time: 10 a.m – 9 p.m. Info: KOWANI +62 21 3152785, Japan Foundation +62 21 5201266
Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | October 7, 2009

DIES KE-50 FAKULTAS PERTANIAN

n140290911181_7375FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Panitia Dies Ke-50
Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran
mengundang dengan hormat Akang/Euceu
untuk menghadiri acara :
“DIES KE-50 FAKULTAS PERTANIAN”
Yang diselenggarakan pada :
Hari Sabtu, Tanggal 10 Oktober 2009
Pukul 10.00 s.d. 22.00 WIB
Bertempat di Plaza Fakultas Pertanian
Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Jatinangor Km.21
Jatinangor

10.00-13.00 Musyawarah Besar KAFP
14.30-15.30 Tepang Sono Alumni
15.30-18.45 Acara Halal Bihalal
1. Pembukaan
2. Pembacaan Ayat Suci Alqur’an dan terjemahannya
3. Sambutan Dekan
4. Siraman Rohani
5. Halal bihalal/silaturahmi
Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | October 7, 2009

Khas Asakan Sunda

MASAKAN atau Asakan khas Sunda zaman dulu ternyata memiliki rasa pedas yang dominan. Sebab hampir di setiap masakan sayur maupun daging olahan, para orang tua zaman dulu selalu menggunakan cabai sebagai bumbu. Kalau pun tidak memakai bumbu pedas, pastilah ada sambal yang dihidangkan bersama lalaban segar.

Dalam khazanah kuliner Parahyangan sendiri, sambal bisa mencapai puluhan jenis. Sambal dadakan di antaranya sambal combrang, sambal tarasi, sambal cibiuk, sambal bajak, sambal kacang, dan sambal hejo.

Banyak juga asakan Sunda jaman dulu yang memakai cabai sebagai bumbu. Seperti sambal goreng ati kentang, sambal goreng kentang mustofa, ase cabe hejo, rendang jengkol, oblo-oblo tempe peuteuy cabe hejo, kadedemes atau oseng kulit sampeu, dan lainnya.

Pada talkshow Makanan Tradisional Buhun Sunda Peninggalan Nenek Moyang, di Bale Parahyangan Hotel Panghegar, Jumat (11/9) sore, Chef Cook Rohendi mengungkap ada banyak jenis cabai yang dipakai untuk membuat sambal maupun bumbu masakan.

“Ada cabai hijau, cabai merah, cabai rawit atau cengek hejo, cengek beureum, cabai gendot, paprika, dan sebagainya. Mereka sengaja menanam berbagai jenis cabai maupun sayuran di halaman rumah atau kebun masing-masing. Tentu semua sehat karena tanpa diberi pupuk kimia dan zat pengawet,” jelas juru masak peraih predikat Super Chef dari sebuah televisi swasta ini.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | October 7, 2009

Bercocok Tanam Padi

Teknik bercocok tanam padi agar dapat menghasilkan hasil panen yang maksimal :
1. Seleksi Bibit
Untuk mendapatkan kualitas dan hasil panen yang baik, bibit yang dipilih harus bibit yang baik dan bagus. Langkah penyelksian dan pengolahan bibit ini adalah sebagai berikut:
a. Umur padi calon bibit di ambil yang betul-betul sudah matang dan tua
b. Masukkan air kedalam bejana seleksi dan tambahkan garam secukupnya.
c. Masukkan telur bebek kedalam air garam tadi. tunggu sampai telur bebek udah merapung.
d. Kemudian baru masukkan bibit yang sudah diseleksi tadi kedalam air garam tersebut.
e. beberapa diantara bibit tadi ada yang merapung, kemudian yang merapung itu tidak dipakai (dibuang).
f. Bibit yang tenggelam saja yang diambil

2. Menyemai Bibit
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik perlu menentukan media tanam biit atau persemaian bibit. Untuk persemaian bibit perlu diperhatikan beberpa hal antara lain :
a. Tanah yang diambil untuk menyemai bibit harus tanah yang lebih baik dan bagus
b. Untuk media semai bisa kita pakai baki, bejana yang luas dan datar, atau dibuatkan dari papan yang dialas dengan palstik.
Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 29, 2009

Field Painting Trip #1

n163031501799_2244Bandung Sunday Painters (BSP) untuk pertama kalinya mengajak rekan-rekan untuk melukis di lapangan (field painting) pada tanggal 4 Oktober 2009, pukul 08.00 – 12.00, dengan mengambil lokasi berkumpul di depan Bank Jabar, Jl. Braga, Bandung.

Peserta maksimal berjumlah 20 orang (mohon confirmed terlebih dahulu; status ‘maybe’ dianggap tidak hadir). Media melukis bebas: pinsil bw/warna, cat air, cat acrylic dll, namun alat-alat/media serta perbekalan makan-minum harap dibawa sendiri.

Setelah acara field painting selesai, peserta yang masih punya waktu bisa bergabung dalam ‘wisata kulliner’ (lokasi diumumkan kemudian) di dekat lokasi (bayar sendiri ya …).

Telp : 081320712740 (SMS)
Email : majalayaputra@gmail.com

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 25, 2009

Uga Wangsit Siliwangi

Saur Prabu Siliwangi ka balad Pajajaran anu milu mundur dina sateuacana ngahiang: Lalakon urang ngan nepi ka poé ieu, najan dia kabéhan ka ngaing pada satia! Tapi ngaing henteu meunang mawa dia pipilueun, ngilu hirup jadi balangsak, ngilu rudin bari lapar. Dia mudu marilih, pikeun hirup ka hareupna, supaya engké jagana, jembar senang sugih mukti, bisa ngadegkeun deui Pajajaran! Lain Pajajaran nu kiwari, tapi Pajajaran anu anyar, nu ngadegna digeuingkeun ku obah jaman! Pilih! ngaing moal ngahalang-halang. Sabab pikeun ngaing, hanteu pantes jadi Raja, anu somah sakabéhna, lapar baé jeung balangsak.

Daréngékeun! Nu dék tetep ngilu jeung ngaing, geura misah ka beulah kidul! Anu hayang balik deui ka dayeuh nu ditinggalkeun, geura misah ka beulah kalér! Anu dék kumawula ka nu keur jaya, geura misah ka beulah wétan! Anu moal milu ka saha-saha, geura misah ka beulah kulon!

Daréngékeun! Dia nu di beulah wétan, masing nyaraho: Kajayaan milu jeung dia! Nya turunan dia nu engkéna bakal maréntah ka dulur jeung ka batur. Tapi masing nyaraho, arinyana bakal kamalinaan. Engkéna bakal aya babalesna. Jig geura narindak!

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 25, 2009

Iedul Fitri Bandoeng Tempo Doeloe

Jaman sekarang, dengan perkembangan teknologi, awal bulan Hijriah sudah bisa diprediksi jauh-jauh hari sebelum waktunya. Tetapi, meskipun begitu, masih saja terjadi perbedaan-perbedaan menyangkut penentuan awal bulan Hijriah, karena perbedaan metode yang digunakan untuk menghitung dan melihat Hilal. Komentar dari pak Menteri Agama disini sebenarnya nyepét umat Islam, karena meskipun jumlah umat Islam paling banyak di Indonesia, tapi perbedaan-perbedaan ini yang membuat kesatuan umat diragukan.

Ya sudahlah, kita serahkan masalah ini kepada Alim Ulama dan Umaro, kita mah rakyat manut kepada keputusan mereka, selama keputusannya tidak melenceng dari aqidah.

Kira-kira waktu jaman baheula, serepot inikah proses penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Berikut ada sepotong cerita yang dituliskan Pak Haryoto Kunto dalam Buku “Ramadhan di Priangan (Tempo Doeloe)” mengenai suasana menjelang Idul Fitri di Bandung jaman baheula.

Pernah terjadi di kota Bandung tahun 1930-an. Sore hari, para alim ulama di beberapa mesjid, terutama di Mesjid Kaum Cipaganti yang letaknya pada lahan ketinggian, beramai-ramai berkumpul, mengamati garis cakrawala di arah barat, guna mengintip datangnya rukyatul hilal, saat sekelumit bulan muncul sedikit di garis cakrawala barat, yang menandakan datangnya awal bulan Hijriyah,dalam hal ini mengamati datangnya 1 Syawal kala umat Islam merayakan Idul Fitri.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 17, 2009

Istana Presiden

Ternyata Indonesia memiliki 6 istana kepresidenan. Istana-istana ini tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Bali. Coba simak deh..

Istana Merdeka dan Istana Negara

Istana kepresidenan yang berada di Jakarta ada dua, yaitu Istana Merdeka dan Istana Negara. Istana Merdeka ini berada di Jalan Merdeka Utara dan menghadap Taman Monumen Nasional (Monas). Istana Merdeka ini menjadi tempat kediaman resmi Presiden Republik Indonesia. Istana ini juga digunakan untuk upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi setiap tanggal 17 Agustus.

Sementara, Istana Negara berada di Jalan Veteran. Istana ini menghadap ke Sungai Ciliwung. Kedua istana ini dihubungkan dengan halaman tengah yang luasnya kira-kira setengah lapangan sepak bola. Pemerintah Republik Indonesia memusatkan kegiatan pemerintahannya di kedua istana tersebut.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 17, 2009

Kopi di Indonesia

Ditahun 1696, Gubernur Belanda di Malabar mengirimkan biji kopi ke Gubernur Belanda di Batavia, pengiriman pertama hilang karena banjir yang terjadi di Batavia, pengiriman kedua dilakukan tahun 1699.

Eksport kopi pertama dilakukan tahun 1711 oleh VOC, dalam tempo 10 tahun eksport meningkat sampai 60 ton/tahun, Indonesia adalah tempat perkebunan pertama diluar Arabia dan Ethiopia dan VOC memonopoli perdagangan kopi ini dari tahun 1725 sampai 1780.

Ditahun 1700an harga kopi yang dikirim dari Batavia sekitar 3 Guilder/kg di Amsterdam dan itu sama dengan beberapa ratus USD/Kg dengan kurs saat ini, harga kopi memang sangat mahal saat itu. Akhir abad 18 harga kopi mulai turun menjadi 0.6 Guilder/Kg sehingga kopi bisa diminum untuk kalangan yang lebih luas lagi.

Terlihat bahwa perdagangan kopi sangat menguntungkan VOC, tetapi tidak bagi petani kopi di Indonesia saat itu karena diterapkannya sistem cultivation [Cultuurstelsel].

VOC kemudian melebarkan sayap dengan menanam kopi diluar Jawa seperti di Sumatra, Bali, Sulawesi dan Timor. Di Sulawesi mulai ditanam tahun 1750, di dataran tinggi Sumatra Utara dekat Danau Toba ditanam sekitar tahun 1888 dan di Gayo, Aceh dekat danau laut tawar ditahun 1924.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 17, 2009

Sumur Bandung

Nama kota Bandung ternyata diambil dari sebuah sumur yang dikeramatkan orang. Sumur itu bernama Sumur Bandung. Ia adalah sumur purba yang terbentuk karena suatu keajaiban. Sumur ini sebenarnya ada dua. Lokasi keduanya berada tepat di pusat kota. Persisnya di tepi sungai Cikapundung yang membelah kota Bandung.

Kedua sungai ini jaraknya berdekatan. Hanya dipisah jalan protokol Asia Afrika. Uniknya, meski di atas Sumur Bandung yang satu, telah berdiri bangunan kokoh. Meski begitu, keberadaan Sumur Bandung dibiarkan tetap utuh. Bahkan diberi penutup berhiaskan mirip mahkota. Sehingga ada kesan bila sumur ini dihormati dan dijaga kelestariannya.

Lokasi sumur yang satu ini terletak di lantai dasar Gedung PLN Distribusi Jawa Barat. Keberadaannya sangat terawat. Bahkan airnya sering diambil oleh para pejabat PLN dan masyarakat umum untuk dibawa pulang. Menurut kabar, air itu sangat mujarab untuk mengobati berbagai penyakit. Uniknya lagi, aula gedung PLN ini pun diberi nama Bale Sumur Bandung. Pemberian nama aula itu pun mengandung cerita mistik yang menarik untuk disimak. Menurut Kusnadi (52), Kuncen Sumur Bandung di gedung PLN, nama aula tersebut merupakan pemberian penghuni gaib sumur purba itu.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 16, 2009

Museum Gajah

Museum Nasional Republik Indonesia atau Museum Gajah, adalah sebuah museum yang terletak di Jakarta Pusat dan persisnya di Jalan Merdeka Barat.

Sejarah Museum Gajah

Museum Nasional Republik Indonesia adalah salah satu wujud pengaruh Eropa, terutama semangat Abad Pencerahan, yang muncul pada sekitar abad 18. Ia dibangun pada tahun 1862 oleh Pemerintah Belanda di bawah Gubernur-Jendral Reinier de Klerk sebagai respons adanya perhimpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang bertujuan menelaah riset-riset ilmiah di Hindia Belanda. Museum ini diresmikan pada tahun 1868, tapi secara institusi tahun lahir Museum ini adalah 1778, saat pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen oleh pemerintah Belanda.

Museum Nasional dikenal sebagai Museum gajah sejak dihadiahkannya patung gajah oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada 1871. Tetapi pada 28 Mei 1979, namanya resmi menjadi Museum Nasional Republik Indonesia. Kemudian pada 17 Februari 1962, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelolanya, menyerahkan Museum kepada pemerintah Republik Indonesia. Sejak itu pengelolaan museum resmi oleh Direktorat Jendral Sejarah dan Arkeologi, di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Tetapi mulai tahun 2005, Museum Nasional berada di bawah pengelolaan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 16, 2009

Vereenigde Oostindische Compagnie (VoC)

Vereenigde Oostindische Compagnie The Dutch East India Company/Perserikatan Perusahaan Hindia Timur

Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut Hindia Timur karena ada pula VWC yang merupakan perserikatan dagang Hindia Barat.

Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan pertama yang mengeluarkan pembagian saham. Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa. Misalkan VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam negara.

VOC terdiri 6 Bagian (Kamers) di Amsterdam, Middelburg (untuk Zeeland), Enkhuizen, Delft, Hoorn dan Rotterdam. Delegasi dari ruang ini berkumpul sebagai Heeren XVII (XVII Tuan-Tuan). Kamers menyumbangkan delegasi ke dalam tujuh belas sesuai dengan proporsi modal yang mereka bayarkan; delegasi Amsterdam berjumlah delapan. Di Indonesia VOC memiliki sebutan populer Kompeni atau Kumpeni. Istilah ini diambil dari kata compagnie dalam nama lengkap perusahaan tersebut dalam bahasa Belanda.

Read More…

Posted by: rosmellix rosmelliac | September 16, 2009

Gunung Guntur

Ayeuna rek nyaritakeun asal mulana Gunung Agung, atawa Gunung Guntur nu matak urug.

Ari asalna éta gunung, disebutna lain Gunung Guntur atawa Gunung Agung, tapi Gunung Kutu ngaranna.

Waktu Sunan Rangga Lawé, jeneng ratu di Timbanganten, nagarana di Korobokan, kagungan sadérék istri hiji, jenenganana Maharaja Inten Déwata; éta téh rakana Sunan Rangga Lawé anu saibu sarama.

Ari éta Maharaja Inten Déwata, henteu kersa calik di nagara, kersana midusunan baé, ngan aya saurang anu ngiring ka Maharaja Inten Déwata, pangasuhna lalaki enggeus kolot kacida, ngaranna Batara Rambut Putih.

Kacarios Sunan Rangga Lawé, keur dideuheusan ku para mantri, ponggawa jeung para abdi-abdi kabéh, Papatih unjukan, “Jisim abdi mendak pisitueun teu kinten pisan saena, ku emutan, upami geus didamelan situ téh, tegalan sadayana tangtos seep dianggo sawah. Ari nu kagungan éta pisitueun, raka Gusti, Maharaja Inten Déwata.”

Sunan Rangga Lawé ngadawuh, “Gampang, lamun kitu mah.” Lajeng miwarang hiji mantri, dawuhanana, “Manéh, ayeuna kudu leumpang ngadeuheusan ka Aceuk, dipiwarang ku aing, nyuhunkeun éta pisitueun bade ditambak, dijieun situ, sabab réa pihasileunana. Los, manéh geura leumpang.” Kacaturkeun éta mantri ka bumi Maharaja Inten Déwata, cong nyembah, bari gék diuk. Mariksa Maharaja Inten Déwata ka éta mantri, “Dipiwarang naon ku Gusti manéh?”

Read More…

Older Posts »

Categories